![]() |
| Gedung MTs Insan Cendekia Bantarsari |
![]() |
| Papan Nama Gedung MTs Insan Cendekia Bantarsari |
Alloh SWT melalui al-qur’an dan utusannya (Nabi Muhammad SAW) mewajibkan setiap manusia untuk belajar sepanjang hayat (long live educatiaon) dari buaiyan sampai liang lahat dengan tujuan mengetahui hakekat diri dan tujuan hidup didunia ini. Pemerintah melalui undang-undang dan peraturannya mengamanatkan agar setiap warga Negara mengenyam pendidikan dengan tujuan mencerdaskan kehidupan warga Negara, membentuk pribadi yang luhur sehingga terbentuk masyarakat madani/civil society.
Perkembangan zaman yang semakin hari semakin pesat dengan disertai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikemas dengan modernisasi/globalisasi menuntut kita para praktisi pendidikan, orang tua, masyarakat dan pemerintah membekali anak-anak/generasi penerus dengan pendidikan yang berkualitas yang dapat membentuk generasi yang berfikir ilmiah, berilmu amaliyah, dan beramal ilahiyah.
Wajib belajar Sembilan tahun atau yang disebut pendidikan dasar dimulai dari tingkat SD/MI sampai dengan SMP/MTs yang pemerintah canangkan belum mampu menjawab tantangan zaman, artinya belum mencapai tujuan pendidikan yang tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945, karena implementasi program pendidikan berkutat pada angka kelulusan saja yakni aspek kognitif belaka, dengan mengesampingkan aspek afektif dan psikomotor. Padahal kedua aspek tersebut menjadi penentu bagi survivenya anak didik dikemudian hari. Menurut hasil penelitian dan teory yang dikemukakan oleh prof. DR. Ariginanjar bahwa Kecerdasan Spiritual dan Kecerdasan Emosional menjadi penentu keberhasilan anak dalam meraih kesuksesan dunyawi dan ukhrowi (sa’idun fi addunya wasa’idun fi alakhiroh).
Krisis multi dimensi yang sedang melanda negeri kita sekarang ini tidak lain hasil dari gagalnya sistem pendidikan kita, yang meramu pendidikan dengan ideology kapitalisme sehingga lahir generasi kapitalis, individualis, sekuler dan apatis yang berdampak pada hilangnya rasa nasionalisme, pribadi luhur, islami (Generasi Qur’ani).
Melihat fenomena tersebut kami pengurus Yayasan Darus Salam Bantarsari Kabupaten Cilacap berinisiatif dan bertekad mendirikan lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) INSAN CENDEKIA yang berdomisili / bertempat di Jalan Kedungborang RT 05 / RW 07 Dusun Tambaksari Desa Binangun Kec. Bantarsari Kab. Cilacap, dengan sistem modern dan islami yang mengacu pada kurikulum Kementerian Agama dan Kurikulum Pondok Pesntren. Konsep pendidikan yang akan kita aplikasikan dengan two system bilingual, yakni English and erabik languge sebagai bahasa pengantar pembelajaran dan daily comporsation. System asrama juga menjadi satu kesatuan yang utuh pada lembaga pendidikan ini, dengan tujuan santri dapat tertarbiyah dengan maksimal serta pendidikan karakter, budi pekerti dan peningkatan pengetahuan keagamaan dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditentukan dan dirumuskan lembaga.
Asrama merupakan media yang paling tepat dalam rangka mendidik santri/siswa/siswi MTs Insan Cendekia Bantarsari karena program dan kurikulum pada lembaga pendidikan ini banyak bermuatan keagamaan dan kebahasaan yaitu dengan memadukan Kurikulum Kementerian Agama dan Kuliyatul Mu’alimin Al Islamiyah (KMI) PP Modern Gontor Ponorogo. Perkembangan zaman menuntut kita untuk dapat kompetitif dalam menghadapi perkembangan hidup. Begitu juga dengan lembaga Pendidikan dimana di dalamnya terdapat banyak kebutuhan dalam rangka menjaga eksistensi dan mensukseskan pendidikan budi pekerti dan keimanan sehingga mampu mencetak genersi bangsa yang siap terjun dimasyarakat dengan basik pengetahuan agama dan ketrampilan hidup.


Komentar
Posting Komentar